 |
Pengecoran pondasi bts_raff foundation |
Sebelumnya kita telah
membahas mengenai titik awal rfc (ready for contructions) dari pembangunan
tower menara bts, langkah selanjutnya adalah day by day melakukan setiap urutan
pekerjaan hingga terselesaikannya pembangunan. Bekali para pekerja hal hal
vital yang tidak boleh dilanggar mengenai spek pekerjaan dan terutama juga dari
segi kwalitasnya. Hal ini penting untuk memastikan pekerjaan yang akan
dihasilkan adalah benar benar sesuai dengan umur rencana yang direncanakan dan
juga sebagai kontraktor pelaksana digunakan untuk meminimalisir tidak
diterimanya hasil pekerjaan oleh owner. Apabila pekerjaan yang sudah jadi dan
siap untuk diserah terimakan oleh owner tetapi dalam hal ini dikarenakan mutu
dan kwalitas bangunan yang sudah kita bangun tidak sesuai dengan spek yang
ditentukan maka akan menjadi kerugian yang besar bagi kontraktor dikarenakan
harus melakukan perbaikan/perkuatan/pembongkaran sesuai dengan permintaan
owner.
Berikut hal hal yang
diperlukan dalam pekerjaan pondasi pembangunan tower menara bts :
1.
Galian tanah, Sangat penting yang
pertama dilakukan dalam hal pengalian tanah adalah menentukan level nol dari
pembangunan tower bts. Dengan menentukan level nol maka level kedalaman dan
ketinggian yang berhubungan dengan tinggi pedestal dan slof pagar bisa sesuai
dengan gambar yang direncanakan. Untuk galian pondasi sangat bergantung pada
jenis tanah lokasi pembangunan tower bts, tanah keras akan sangat membutuhkan
ekstra tenaga manual yang lebih banyak dan juga jumlah hari yang relative
banyak juga. Tetapi untuk tanah yang keras jarang sekali mengalami longsoran
tanah beda sekali dengan tanah lunak atau lembek bahkan jenis tanah rawa
ataupun gambut.
Untuk
pondasi jenis raff jumlah volume galian pondasinya tentunya jauh lebih besar karena
galian yang kana kita gali seperti kolam dengan ukuran tertentu. Akan lebih
mudah apabila didaerah lokasi pembangunan tower bts ada alat berat guna
mempermudah pengalian pondasi, tentunya akan lebih menghemat waktu dan tentunya
juga harus nilai keekonomisannya. Pastikan kedalaman galian sesuai dengan
gambar rencana supaya kekuatan rencana bangunan tower bisa terpenuhi, dan
mengenai urusan pondasi tidak boleh bermain main dengan ukuran, spek, dan
kwalitasnya.
Untuk
jenis pondasi borepile, jumlah volume galian pondasi lebih kecil dibandingkan dengan tipe pomdasi raff, karena pondasi hanya
berbentuk pad yang biasanya berbentuk persegi panjang dan dihubungkan H beam
antar satu pad dengan yang lainnya.
2.
Lantai kerja,
Hal ini dimaksudkan supaya
menahan daya angkat dari bawah dan juga untuk mempermudah pekerjaan perakitan
pembesian besi pondasi bangunan tower bts. Dengan adanya lantai kerja
kebersihan area pondasi bangunan dapat dijaga sehingga mutu dan kwalitas dari
pondasi bangunan tower bts bisa terjaga.
Untuk
tebal lantai kerja terdiri dari dua lapis yaitu sebaran pasir kurang lebih 10
cm dan diatasnya diberi concrete dengan ketelabalan sekitar 5 cm. pastikan
untuk langkah pekerjaan selanjutnya yang berhubungan dengan lantai kerja supaya
memastikan sudah kering.
3.
Bekisting, Pekerjaan ini berguna untuk
mendapatkan volume dan area luasan pondasi sesuai dengan gambar rencana. Bekisting
untuk pembangunan tower bts masih mengunakan material pada umumnya yang
digunakan pada pembangunan yang lainnya yaitu mengunakan material kayu, apakah
itu papan atau triplek. Pemilihan dua material tersebut adalah sesuai dengan
kebutuhan dan juga nilai keekonomisan dari pembangunan tower bts.
Pastikan
bekisting yang terpasang kuat dalam menopang atau menahan concrete pada saat
proses pengecoran dilakukan. Diperlukan penopang2 disamping kanan dan kiri sisi
bekisting supaya bekisting benar benar dalam kondisi yang kokoh.
4.
Perakitan besi / Rebaring, Yang perlu
diperhatikan sebelum perakitan besi ini dilaksanakan adalah bahwa lantai keja
sudah dalam keadaan kering dan dalam kondisi bersih dari lumpur atapun material
yang lainnya yang akan menganggu perkerjaan rebaring atau malah akan mengurangi
kwalitas pondasi yang akan kita bangun. Dalam proses rebaring / perakitan besi
dilakukan didalam area pondasi nya dan terebih dahulu untuk mendapatkan selimut
beton disisi bawah pondasi supaya diberi balok tahu sesuai dengan spek yang ada
pada gambar rencana. Untuk pengikatan besi sengkang dengan besi tulangan tidak
perlu setiap titik pertemuan diikat semua, cukup diikat dengan sisitem silang
dengan diberi jarak jeda satu titik pertemuan. Hal ini tidak akan mengurangi
hasil dari kwalitas pondasi yang terbangun, hal ini dimaksudkan untuk pasangan
besi yang sudah terinstal dapat menyesuaikan pada saat concrete tercurah pada
saat proses pengecoran. Dan juga sedikit banyaknya mengurangi kebutuhan kawat
ikat yang dibutuhkan dalam pembangunan tower bts.
5.
Pengecoran, hal yang perlu diperhatikan
sebelum proses pengecoran dimulai adalah
a. Kondisi
lantai kerja dalam keadaan bersih dari lumpur dan juga usahakan air tidak
mengenang, apabila muka air tanah tinggi dan debit air sangat banyak usahakan
untuk mengunakan mesin air untuk mengurasnya.
b. Siapkan
alat2 kerja yang dibutuhkan dalam proses pembangunan tower bts, hal ini
diperlukan guna mendukung proses pengecoran tidak terhenti dikarenakan alat
kerja yang digunakan mengalami kerusakan. Jangan sampai proses pengecoran pondasi
berhenti ditengah jalan dalam waktu yang lama.
c. Siapkan
material yang dibutuhkan untuk pengecoran pondasi bts cukup sampai pekerjaan
selesai.
d. Pastikan
pekerja memadai untuk menghandel pekerjaan pengecoran, apalagi kalau pengecoran
mengunakan site mix dengan bantuan molen pastinya dibutuhkan tenaga pekerja
yang lumayan banyak.
6.
Pembongkaran bekisting, pengurugan dan
pemeliharaan beton,
Untuk
ini akan dibahas pada tulisan selanjutnya dan mohon diingatkan.
Demikian
yang bisa dishare, mohon tambah kurangnya untuk menambah pembendarahaan ilmu.
Pekanbaru,
09/05/2014….