Perencanaan Gedung

Perencanaan Gedung

Pesatnya perkembangan sebuah kota atau negara biasanya tidak lepas dari pembangunan sarana prasarana guna menunjang kegiatan keekonomian kota atau negara tersebut. peran yang bisa di mainkan oleh semua penduduk sebuah wilayah untuk menjadi bagian pembangunan adalah dengan melakukan hal hal yang sudah menjadi tangung jawabnya. dari segi penyediaan sarana prasarana ini, dibutuhkan seseorang atau lembaga dalam merencanakan sarana prasarana tersebut, sehingga bisa layak guna, layak pakai, layak waktu dan layak efisien. dalam merencanakan sebuah sarana prasarana (gedung) yang perlu diperhatikan oleh seorang enginer sipil adalah memastikan apa yang dia rencakan sesuai dengan standar SNI ataupun PBI yang berlaku di indonesia.
Berikut tahapan2 yang penulis ketahui dalam perencanaan gedung bertingkat dengan catatan Indetifikasi Data dan kebutuhan yang sebuah gedung tersebut sudah final adlah :
1. Tahap pertama, Perencanaan Atap_pada umumnya memiliki penopang dalam bentuk rangka baja, dalam hal ini dalam menentukan ukuran profil yang digunakan dengan mencara gaya2 dalam yang terjadi akibat beban sendiri dari atap itu + beban angin kiri dan kanan + beban hidup ( rata2 orang 100 kg ) + beban hujan juga. dalam analisis konvensional bisa dengan mudah dilakukan dengan metode cremona. apabila memakai program komputer bisa mengunakan program2 perhitugan struktur seperti sap2000, etab, sanspro, dll.
2. Tahap Kedua, Perencanaan Pelat lantai dan Pelat dak (kalau ada dak atapnya), dalam perencanaan pelat lantai adalah dengan memperhatikan jenis pelat yang ada yaitu apakah pelat itu termasuk oneway slab atau two way slab. pengidentifikasian ini akan sangat menentukan dalam perletakan tulangan tumpuan ataupun tulangan lapangan sehingga pelat berfungsi sesuai waktu rencana. hal yang perlu diperhatikan juga dalam perencanaan sebuah pelat lantai adalah dalam pemerikasaan lendutan maksimum dalam bentang terpanjang tidak boleh melebihi batas2 standart yang telah ditetapkan oleh SNI.
Untuk mempermudah dalam perakitan tulangan pada pelat, supaya jarak yang antar tulang dibuat sama dengan mengambil jarak yang paling save dari keempat perhitungan ( tumpuan arah x dan y serta lapangan arah x dan y)
Terlebih dahulu tentunya dalam merencanakan desain beton bertulang adalah dengan menentukan fy dan fc' dari beton yang akan kita rencanakan guna mendapatkan nilai ρ nya.
3. Tahap ketiga, Setelah perencanaan pelat selesai, tahap selanjutnya adalah pelat tersebut di definisikan menjadi beban merata yang dipikul oleh balok terdekat, cara yang umum dipake dalam penjabaran beban ini adalah dengan cara membagi pelat menjadi empat bagian yang ditarik dari setiap ujung denag sudut 45 derajat. dengan pola ini akan didapat bentuk segitiga ataupun bentuk trapesium.
unutk mendapatkan nilai beban terpusat di setiap kolom adalah dengan mendefinisikan berat balok menjadi beban terpusat. caranya dengan mengambil semua batang yang bersentuhan disetiap titik dengan dibagi setengahnya.
4.Tahap keempat, Setelah pendefisian beban yang ada didalam setruktur sudah selesai, lakah selanjutnya yang kita lakukan adalah dengan analisa struktur dengan kombinasi beban yang telah ditentukan sesuai denagn SNI. Salah satu cara konvensional yang bisa diambil adalah dengan metode cross, metode ini ditempuh denagn mengambil bentang memanjang atau melintang tergantung dari intuisi kita sebagi seorang enginer, bentangan mana yang memikul beban paling banyak dan akan menyebabkan momen paling besar.
5. Tahap kelima, 

Untuk tahap yang kelima dan selanjutnya akan saya susun segera yaitu perencanaan balok dan kolom serta perenacaan pondasi yang bisa kita pilih.
kami sangat terbuka untuk mau menerima kritik dari semua kalangan guna perbaikan kami di masa yang akan datang.

Untuk sekedar bertanya - tanya bisa hub kami diemail yang sudah kami publikasikan, atau bagi yang berminat untuk mengunakan jasa perencanaan mulai dari hitung struktur sampai pada Gambar desainnnya juga bisa hubungi kami sewaktu - waktu.

Salam dari kami,

0 komentar: